|
Perang urat syaraf antara kubu pasangan Soekarwo - Saifullah Yusuf (KarSa) dan Khofifah -Mudjiono (Ka-Ji) dalam putaran kedua Pilgub Jatim sulit terelakkan. Pertarungan antar para kiai pendukung diprediksi akan kental mewarnai. Sinyal ini setidaknya diberikan kubu KarSa dengan mengumpulkan ratusan pengasuh pondok pesantren (ponpes) seluruh Jatim untuk membentuk Tim Tausiah Pemenangan KarSa, Rabu (20/8).
Tim tersebut terdiri dari kiai, para gus (anak kiai), istri kiai (nyai), perempuan PKB, serta perempuan PPP. Mereka akan bekerja di tingkat Kabupaten hingga desa untuk 'mempengaruhi' warga agar mendukung KarSa.
Calon wakil gubernur Saifullah Yusuf menuturkan, tausiah itu merupakan komitmen para kiai mendorong proses pilgub yang demokratis, tanpa pemaksaan dan isu-isu negatif.
Para kiai berharap pemimpin Jatim mendatang tidak korupsi, dan tidak membeda-bedakan golongan. “Ini membuktikan bahwa para kiai berada di belakang KarSa. Kalau ada isu kiai tidak mendukung KarSa, itu tidak benar. Beliau-beliau ini konsisten,” ujar Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah Yusuf di sela acara Silaturrahmi Pengasuh Pondok Pesantren di Asrama Haji tersebut.
Acara 'unjuk kekuatan' tersebut banyak dihadiri kiai sepuh Jatim. Di antaranya KH Aziz Mansyur (Ponpes Tarbiyatun Nasyiiin Pacul Gowang, Diwek, Jombang), KH Idris Marzuqi (Ponpes Lirboyo Kediri), KH Dimyati Romli (Jombang), dan KH Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri Pasuruan). Ada pula KH Zainuddin Jazuli (Al-Falah Ploso Mojo Kediri), KH Abdullah Haq (Paiton Probolinggo), KH Nuruddin (Probolinggo) , KH Idris bin Abdul Hamid (Pasuruan) serta beberapa kiai khos lainnya.
Pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum Besuk Pasuruan, KH Mas Subadar menuturkan, dukungan kepada KarSa itu diberikan karena para kiai tidak setuju pemimpin perempuan. Ia khawatir jika Khofifah yang menjadi gubernur, Muslimat tidak akan sejaya seperti waktu dipimpinnya. Kalau pun ia maju, mestinya Khofifah menata Muslimat lebih dulu siapa penggantinya. “Saya khawatir kalau yang menggantikan Khofifah kurang mapan ahli sunnah waljamaah, efeknya tidak baik bagi muslimat,” katanya.
Ketua Dewan Syura PKB kubu Muhaimin, KH Aziz Mansyur pun senada. Ia akan membawa PKB mendukung KarSa. Bahkan, secara informal telah mengajak kiai-kiai di PKNU bergabung. Ia juga menentang adanya pengurus NU yang membawa institusi NU mendukung salah satu calon. Menurutnya, NU tidak boleh ikut politik praktis. NU bertugas memikirkan umat.
“Kata orang, Hasyim Muzadi melanggar khittah NU. Hasyim mengakunya mendukung salah satu calon atas nama pribadi. Tapi kenyataannya, Hasyim Muzadinya di sana (Jakarta), tapi organisasi NU tetap bergerak. Otomatis itu pelanggaran,” kritik KH Aziz. Sumber : Suryaonline.
|
Selamat dan Sukses buat Karsa, saat i...
Kalo teman2 yang mengikuti sidang MK,...
Alhamdulillah, ternyata masih ada ora...
selamat dan sukses atas terpilihnya P...
Selamat Dan Sukses Bwat Pak de Karwo ...
karepmu..
Pakde,aku orang Lumajang mendoakan ag...
PAK DE SESUAI JANJIMU KETIKA SEBELUM ...